Profile

Selasa, 14 April 2015

CATATAN AKHIR SEKOLAH (bagian 2)

Cerita cinta ini nggak berhenti sampai disini aja, masih ada beberapa hmm mungkin banyak yang seru dan menarik. Lanjut ke acara setelah perkenalan kegiatan pecinta alam. Dipertemuan berikutnya pecinta alam kini membahas tentang acara upacara 17 agustusan. Upacara diadakan disekolah untuk seluruh siswa, guru, serta staf sekolah dan beberapa anggota pecinta alam se-kota Malang mengadakan upacara di pantai. Pantai Bajul Mati. Setelah upacara di sekolah, kita anak pecinta alam yang baru maupun yang lama bergegas ke pantai. Aku dibonceng Wahidin, anak kelas C. Sampai di daerah Dampit tanpa sengaja aku bertemu dengan lelaki cinta pandangan pertamaku. Berjaket biru-putih sepeda matic mio putih, aku mengingatnya.

Sekitar pukul tiga sore kita sampai di pantai yey! Feel free hehehe. Ini adalah pertama kalinya aku ke pantai tetapi dulu sewaktu kecil aku juga pernah sih ke pantai tapi di Lampung. Dulu aku pernah tinggal disana nggak lama sih. Aku seneng banget bisa ke pantai, tempat yang selalu ingin aku kunjungi, selalu. Angin yang berhembus sangat kencang membuat rambutku susah diatur tetapi semua itu tidak menjadi masalah ketika aku bisa berkumpul bersama suatu organisasi yang untuk pertama kalinya aku ikuti hehehe. Punya banyak temen, bisa ketawa bareng, susah bareng, sekarang malahan bisa upacara di pantai. Ini adalah perasaan yang excited juga sangat berkesan. Sudah menjelang petang kita bergegas pulang, tertinggal kakak-kakak tingkat disana. Sebelum pulang ada salah satu kakak tingkat pertama perempuan, namanya kak Tias, dia meminta nomor handphone ku. Entahlah untuk apa, tapi aku berpikir untuk memantau adik tingkatnya. Dia baik sekali, ramah, cantik dan dia juga kekasih dari ketua organisasi pecinta alam sekolahku. Setengah perjalanan, ketika adzan maghrib berkumandang, kita istirahat di sebuah tempat makan, sejenak membatalkan puasa di puasa hari ke-17. Sejak dari pagi kita melakukan banyak kegiatan dan itu pasti menguras banyak tenaga apalagi sekarang bulan Ramadan. Sebelum masuk daerah Gadang kita bertemu kakak-kakak tingkat yang tadi masih tertinggal di pantai, dan mereka mengatakan bahwa mereka sempat melihat sunset disana. Oh DAMN! Sayang sekali aku tidak melihatnya, sedih sekali, menyayangkan sesuatu yang indah yang harusnya ku lihat. Pukul 20.00 WIB aku sampai rumah, sesampainya dirumah kak Tias mengirim sebuah pesan yang isinya “sudah sampai mana dek?” “Alhamdulillah kalo gitu, cepet istirahat ya”. Andai aku punya kakak perempuan seperti dia.
Menjelang hari raya idul fitri sekolah libur selama tiga minggu. Dekat-dekat masuk sekolah kembali aku merasa malas, nanti pasti bosan sekolah full day. Tetapi semua yang aku bayangkan ternyata salah. Aku merasa sebaliknya seneng banget sekolah disana, bertemu dengan teman-teman yang mengasyikkan. Kelasku berisi 25 siswa dan 5 dari mereka adalah perempuan termasuk aku. Avis, Icha, Unne, Nova, dan aku. Sekolah seperti kuliah, itu yang aku rasakan ketika berasa di kelas satu. Masuk pukul 07.00 WIB pulang pukul 15.30 WIB, kursi yang satu kesatuan dengan meja, jumlah murid yang sedikit, serta jam pelajaran yang panjang. Terkadang ketika jam istirahat kita webcame-an, karena saat itu kata selfie belum tren. Sempat teringat suatu moment dimana saat itu adalah classmeeting dan aku berada di kelas, kebetulan ruang kelasku berada di lantai atas jadi bisa melihat keadaan dibawah dan aku melihat sekumpulan kakak tingkat pertama sedang bermain music di kantin. Mereka menyanyikan lagu Slank yang Terlalu Manis, terlalu manis untuk dilupakan, kenangan yang indah bersamamu didalam mimpi. Walaupun nggak ikut nyanyi namun jadi ikut merasakannya, kenangan-kenangan yang manis yang akan terjadi di sekolah ini.
Tidak terasa sudah mau ujian kenaikan semester. Kenaikan semester kali ini membuat aku harus berpisah dengan kelas X TKJ B, karena aka nada rolling class. Aku masih tetap tinggal di kelas B bersama Icha, Unne, dan Nova, tetapi sekarang namanya diubah menjadi E, X TKJ E. Sedikit banyak yang berubah dlam kelas ini, penghuni, suasana, dan pertemanan. Kecuali wali kelas, senangnya wali kelasku masih sama seperti sebelumnya, Bu Ingggrid, berjiwa muda, manis, baik, supel, hangat, dan membimbing dengan caranya yang luar biasa membuat kami tidak bisa ditinggalkan olehnya.
Pertemanan yang dulunya sangat hangat kini berubah menjadi semakin kaku. Entahlah bisa dibilang kaku atau egois. Adaptasi, mungkin itu yang bisa diungkapkan. Cerita menariknya, entah karena apa, dulu aku sama sekali tidak merasa nyaman berada dalam kelas ini. Aku hanya berteman dengan Icha. Well kerasa banget kan betapa asingnya aku yang tidak bisa membuka pertemanan dan hanya berteman dengan Icha. Istilahnya “Gepp”, ya dulu didalam kelas ada 4 gep, dua gep laki-laki (non gamers dan gamers) dan 2 gepp perempuan (pendiem dan supel). Seiring berjalannya hari aku pun bisa mengobrol dengan teman yang lainnya, sedikit demi sedikit. Dekat dengan Nawee dan Ibank, dari kelas lain ada Avis dan Dodik. Awal tahun 2012 itu adalah salah satu hari-hari yang indah dimana aku bisa hangout bersama mereka, ahya ditambah Bles dan Danang. Ber-delapan, keluar bareng. Awalnya ke BNS (Batu NightSpectacular) kemudian Kebun Raya Purwodadi, Jatim Park Batu, Pantai Pasir Putih dan yang lebih jauh Pantai Papuma Jember. Hehehe banyak tempat yang kami kunjungi namun tidak banyak yang kami datangi bersama, aku hanya ikut yang ke BNS dan Pantai Papuma Jember.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar