Cerita cinta
ini nggak berhenti sampai disini aja, masih ada beberapa hmm mungkin banyak
yang seru dan menarik. Lanjut ke acara setelah perkenalan kegiatan pecinta
alam. Dipertemuan berikutnya pecinta alam kini membahas tentang acara upacara
17 agustusan. Upacara diadakan disekolah untuk seluruh siswa, guru, serta staf
sekolah dan beberapa anggota pecinta alam se-kota Malang mengadakan upacara di
pantai. Pantai Bajul Mati. Setelah upacara di sekolah, kita anak pecinta alam
yang baru maupun yang lama bergegas ke pantai. Aku dibonceng Wahidin, anak
kelas C. Sampai di daerah Dampit tanpa sengaja aku bertemu dengan lelaki cinta
pandangan pertamaku. Berjaket biru-putih sepeda matic mio putih, aku
mengingatnya.
Sekitar
pukul tiga sore kita sampai di pantai yey! Feel free hehehe. Ini adalah pertama
kalinya aku ke pantai tetapi dulu sewaktu kecil aku juga pernah sih ke pantai
tapi di Lampung. Dulu aku pernah tinggal disana nggak lama sih. Aku seneng
banget bisa ke pantai, tempat yang selalu ingin aku kunjungi, selalu. Angin
yang berhembus sangat kencang membuat rambutku susah diatur tetapi semua itu
tidak menjadi masalah ketika aku bisa berkumpul bersama suatu organisasi yang
untuk pertama kalinya aku ikuti hehehe. Punya banyak temen, bisa ketawa bareng,
susah bareng, sekarang malahan bisa upacara di pantai. Ini adalah perasaan yang
excited juga sangat berkesan. Sudah menjelang petang kita bergegas pulang,
tertinggal kakak-kakak tingkat disana. Sebelum pulang ada salah satu kakak
tingkat pertama perempuan, namanya kak Tias, dia meminta nomor handphone ku.
Entahlah untuk apa, tapi aku berpikir untuk memantau adik tingkatnya. Dia baik
sekali, ramah, cantik dan dia juga kekasih dari ketua organisasi pecinta alam
sekolahku. Setengah perjalanan, ketika adzan maghrib berkumandang, kita
istirahat di sebuah tempat makan, sejenak membatalkan puasa di puasa hari
ke-17. Sejak dari pagi kita melakukan banyak kegiatan dan itu pasti menguras
banyak tenaga apalagi sekarang bulan Ramadan. Sebelum masuk daerah Gadang kita
bertemu kakak-kakak tingkat yang tadi masih tertinggal di pantai, dan mereka
mengatakan bahwa mereka sempat melihat sunset disana. Oh DAMN! Sayang sekali
aku tidak melihatnya, sedih sekali, menyayangkan sesuatu yang indah yang
harusnya ku lihat. Pukul 20.00 WIB aku sampai rumah, sesampainya dirumah kak
Tias mengirim sebuah pesan yang isinya “sudah sampai mana dek?” “Alhamdulillah
kalo gitu, cepet istirahat ya”. Andai aku punya kakak perempuan seperti dia.
Menjelang
hari raya idul fitri sekolah libur selama tiga minggu. Dekat-dekat masuk
sekolah kembali aku merasa malas, nanti pasti bosan sekolah full day. Tetapi
semua yang aku bayangkan ternyata salah. Aku merasa sebaliknya seneng banget
sekolah disana, bertemu dengan teman-teman yang mengasyikkan. Kelasku berisi 25
siswa dan 5 dari mereka adalah perempuan termasuk aku. Avis, Icha, Unne, Nova,
dan aku. Sekolah seperti kuliah, itu yang aku rasakan ketika berasa di kelas
satu. Masuk pukul 07.00 WIB pulang pukul 15.30 WIB, kursi yang satu kesatuan
dengan meja, jumlah murid yang sedikit, serta jam pelajaran yang panjang.
Terkadang ketika jam istirahat kita webcame-an, karena saat itu kata selfie
belum tren. Sempat
teringat suatu moment dimana saat itu adalah classmeeting dan aku berada di kelas, kebetulan ruang kelasku
berada di lantai atas jadi bisa melihat keadaan dibawah dan aku melihat
sekumpulan kakak tingkat pertama sedang bermain music di kantin. Mereka menyanyikan
lagu Slank yang Terlalu Manis, terlalu
manis untuk dilupakan, kenangan yang indah bersamamu didalam mimpi.
Walaupun nggak ikut nyanyi namun jadi ikut merasakannya, kenangan-kenangan yang
manis yang akan terjadi di sekolah ini.
Tidak terasa
sudah mau ujian kenaikan semester. Kenaikan semester kali ini membuat aku harus
berpisah dengan kelas X TKJ B, karena aka nada rolling class. Aku masih tetap tinggal di kelas B bersama Icha,
Unne, dan Nova, tetapi sekarang namanya diubah menjadi E, X TKJ E. Sedikit
banyak yang berubah dlam kelas ini, penghuni, suasana, dan pertemanan. Kecuali
wali kelas, senangnya wali kelasku masih sama seperti sebelumnya, Bu Ingggrid,
berjiwa muda, manis, baik, supel, hangat, dan membimbing dengan caranya yang
luar biasa membuat kami tidak bisa ditinggalkan olehnya.
Pertemanan
yang dulunya sangat hangat kini berubah menjadi semakin kaku. Entahlah bisa
dibilang kaku atau egois. Adaptasi, mungkin itu yang bisa diungkapkan. Cerita
menariknya, entah karena apa, dulu aku sama sekali tidak merasa nyaman berada
dalam kelas ini. Aku hanya berteman dengan Icha. Well kerasa banget kan betapa
asingnya aku yang tidak bisa membuka pertemanan dan hanya berteman dengan Icha.
Istilahnya “Gepp”, ya dulu didalam kelas ada 4 gep, dua gep laki-laki (non
gamers dan gamers) dan 2 gepp perempuan (pendiem dan supel). Seiring
berjalannya hari aku pun bisa mengobrol dengan teman yang lainnya, sedikit demi
sedikit. Dekat dengan Nawee dan Ibank, dari kelas lain ada Avis dan Dodik. Awal
tahun 2012 itu adalah salah satu hari-hari yang indah dimana aku bisa hangout bersama mereka, ahya ditambah
Bles dan Danang. Ber-delapan, keluar bareng. Awalnya ke BNS (Batu NightSpectacular) kemudian Kebun Raya Purwodadi, Jatim Park Batu, Pantai Pasir Putih
dan yang lebih jauh Pantai Papuma Jember. Hehehe banyak tempat yang kami
kunjungi namun tidak banyak yang kami datangi bersama, aku hanya ikut yang ke
BNS dan Pantai Papuma Jember.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar