Januari 2013
Hari ini aku bermimpi. Aku bermimpi tentangmu.. Semua yang ada padamu, hal yang selalu kau berikan padaku. Kamu kamu dan hanya kamu!
Entah kenapa mimpi ini
seolah nyata dan tak pernah kurasakan bahwa ini hanya mimpi. Kau datang memberi
harapan dan kasih sayang tapi kemudian kau pergi meninggalkan luka yang selalu
membekas hingga tak ku ketahui cara untuk menyembuhkannya. Terlalu mudah kau
membuatku terbang lalu menghempaskanku begitu saja. Pernah tidak kau coba merasakan
apa yang aku rasakan? Ketika kau terluka akibat perginya perasaan yang kau
harapkan? Hmmm.....???
Aku tak pernah mengerti
perasaan macam apa ini. Selalu datang dan pergi begitu saja. Datang tanpa
kuminta dan pergi meninggalkan luka. Selalu dan selalu.
Kini aku merindukan
sosokmu untuk menemani dan memberi warna di hari-hariku. Mungkin kau bukan
sosok yang sempurna tapi karena kehadiranmu hari-hariku kini menjadi sempurna.
Bukan karena wajahmu. Bukan karena fisikmu. Bukan pula karena materi yang kau
punya. Melainkan karena semua kasih dan sayang yang kau miliki untukku.
Ucapan terima kasih bahkan
tak cukup untuk membalas semuanya. Semua yang kau berikan padaku, pada kehidupanku,
dan pada perasaanku.
Aku memang tak tahu
seberapa besar perasaan yang ku punya untuk tetap bersama dan menemanimu kelak.
Dan aku pun juga tak tahu seberapa besar kau menaruh harapan untuk kita.
Yang aku tahu, aku dan
kamu sudah menjadi kita setelah kau meyakinkanku atas segala rasa yang tercipta
ini. Bahkan ketika kau bilang jika kau sudah mengharapkanku hadir sejak pertama
kita bertemu. Tapi pengetahuan itu sudah lalu dan aku tidak tahu bagaimana
dengan keadaan sekarang. Yang aku inginkan aku dan kamu masih tetap menjadi
kita..
Ingat tidak ketika kau
menemaniku membeli buku?
Ketika itu aku merasa
akulah orang paling bahagia. Bersamamu dan denganmu melalui segala sesuatunya.
Rasanya hati ini ingin berteriak dan mengungkapkan rasa bahagiaku. Kesempurnaan
hari itu muncul ketika kau akan mengantarkanku ke Surabaya. Apalagi
kekhawatiran yang kau rasakan saat itu. Haha aku ingin ketawa waktu itu,
melihat kau yang terlalu dan begitu khawatir padaku. Serasa aneh dan suatu hal
yang belum pernah kulihat sebelumnya. Terima kasih, terima kasih dan terima
kasih! Aku tak tahu apa yang bisa ku lakukan untuk membalas semua itu. Hidupku
sangatlah sempurna saat itu..
Tapi aku menyayangkan
ketika kejadian itu harus berakhir. Jujur dalam hati ini berkata, “Aku ingin kejadian
itu terulang berulang kali di kehidupan kita”. Namun apa dayaku, waktu masih
belum memihak pada kita. Tapi impian akan terulangnya hal itu akan terus ku wujudkan,
bersamamu selalu.
Ingat juga tidak ketika
kau menjemputku dari sekolah malam itu?
Kebahagiaan kedua yang aku
rasakan lagi, bersamamu tentunya. Dan pelukan itu, mungkin pelukan itu adalah
salah satu ucapan terima kasih yang kuberikan. Tapi aku rasa pelukan itupun tak
cukup atas semuanya.
Aku selalu mengingat semua
itu..
Semua kejadian antara
kita, antara aku dan kamu yang suatu saat menjadi kita untuk selalu bersama.
Setiap hal dan kejadian apapun itu, akan aku ingat. Saat pertama kita
dipetemukan, saat kita pernah duduk bersama waktu pelajaran matematika, saat
pertama kau menjabat tanganku. Haha aku ingat itu.. Dan kau tahu hal bodoh apa
yang aku lakukan ketika kau menjabat tanganku saat itu? Aku nggak mau tanganku
tersentuh apapun. Tersentuh orang lain, tersentuh baju, dan yang lebih bodohnya
lagi tersentuh air saja aku tak mau. Hahaha!
Dan mungkin kau tak
mengingat akan kejadian itu. Tapi tak apalah, aku tak menyuruh dan memaksamu
mengingatnya. Mengingat kejadian antara kita, bagiku itu adalah kegiatan yang
mengasikkan.
Aku akui sejak bersamamu,
aku merasa aku mempunyai sebuah dunia. Dimana aku menamai dunia itu adalah
Dunia Andromeda. Tahu dong Andromeda itu apa? Kamu memberiku segalanya. Hingga
sebuah dunia, dimana aku bisa berkhayal, bermimpi, dan berimajinasi tentang
kita. Sejak saat itu aku merubah nama dimensiku menjadi Andromeda.
Andromeda?
Kira-kira asing tidak di
telingamu? Kukira sekarang tidak, sama seperti aku. Awal aku merasa asing
dengan nama itu, tapi sejak hadirnya dirimu di kehidupanku nama Andromeda tak
asing lagi di telingaku dan aku merasa sudah sangat dekat dengan nama itu.
Bahkan di telinga teman-temanku, nama itu menjadi sangat dikenal oleh mereka.
Setiap menyebut Andromeda pasti mereka beranggapan, itu tuh adalah aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar