Profile

Kamis, 28 Februari 2013

Cerita Imajinasi


Januari 2013
Hari ini aku bermimpi. Aku bermimpi tentangmu.. Semua yang ada padamu, hal yang selalu kau berikan padaku. Kamu kamu dan hanya kamu!

Entah kenapa mimpi ini seolah nyata dan tak pernah kurasakan bahwa ini hanya mimpi. Kau datang memberi harapan dan kasih sayang tapi kemudian kau pergi meninggalkan luka yang selalu membekas hingga tak ku ketahui cara untuk menyembuhkannya. Terlalu mudah kau membuatku terbang lalu menghempaskanku begitu saja. Pernah tidak kau coba merasakan apa yang aku rasakan? Ketika kau terluka akibat perginya perasaan yang kau harapkan? Hmmm.....???
Aku tak pernah mengerti perasaan macam apa ini. Selalu datang dan pergi begitu saja. Datang tanpa kuminta dan pergi meninggalkan luka. Selalu dan selalu.
Kini aku merindukan sosokmu untuk menemani dan memberi warna di hari-hariku. Mungkin kau bukan sosok yang sempurna tapi karena kehadiranmu hari-hariku kini menjadi sempurna. Bukan karena wajahmu. Bukan karena fisikmu. Bukan pula karena materi yang kau punya. Melainkan karena semua kasih dan sayang yang kau miliki untukku.
Ucapan terima kasih bahkan tak cukup untuk membalas semuanya. Semua yang kau berikan padaku, pada kehidupanku, dan pada perasaanku.
Aku memang tak tahu seberapa besar perasaan yang ku punya untuk tetap bersama dan menemanimu kelak. Dan aku pun juga tak tahu seberapa besar kau menaruh harapan untuk kita.
Yang aku tahu, aku dan kamu sudah menjadi kita setelah kau meyakinkanku atas segala rasa yang tercipta ini. Bahkan ketika kau bilang jika kau sudah mengharapkanku hadir sejak pertama kita bertemu. Tapi pengetahuan itu sudah lalu dan aku tidak tahu bagaimana dengan keadaan sekarang. Yang aku inginkan aku dan kamu masih tetap menjadi kita..
Ingat tidak ketika kau menemaniku membeli buku?
Ketika itu aku merasa akulah orang paling bahagia. Bersamamu dan denganmu melalui segala sesuatunya. Rasanya hati ini ingin berteriak dan mengungkapkan rasa bahagiaku. Kesempurnaan hari itu muncul ketika kau akan mengantarkanku ke Surabaya. Apalagi kekhawatiran yang kau rasakan saat itu. Haha aku ingin ketawa waktu itu, melihat kau yang terlalu dan begitu khawatir padaku. Serasa aneh dan suatu hal yang belum pernah kulihat sebelumnya. Terima kasih, terima kasih dan terima kasih! Aku tak tahu apa yang bisa ku lakukan untuk membalas semua itu. Hidupku sangatlah sempurna saat itu..
Tapi aku menyayangkan ketika kejadian itu harus berakhir. Jujur dalam hati ini berkata, “Aku ingin kejadian itu terulang berulang kali di kehidupan kita”. Namun apa dayaku, waktu masih belum memihak pada kita. Tapi impian akan terulangnya hal itu akan terus ku wujudkan, bersamamu selalu.
Ingat juga tidak ketika kau menjemputku dari sekolah malam itu?
Kebahagiaan kedua yang aku rasakan lagi, bersamamu tentunya. Dan pelukan itu, mungkin pelukan itu adalah salah satu ucapan terima kasih yang kuberikan. Tapi aku rasa pelukan itupun tak cukup atas semuanya.
Aku selalu mengingat semua itu..
Semua kejadian antara kita, antara aku dan kamu yang suatu saat menjadi kita untuk selalu bersama. Setiap hal dan kejadian apapun itu, akan aku ingat. Saat pertama kita dipetemukan, saat kita pernah duduk bersama waktu pelajaran matematika, saat pertama kau menjabat tanganku. Haha aku ingat itu.. Dan kau tahu hal bodoh apa yang aku lakukan ketika kau menjabat tanganku saat itu? Aku nggak mau tanganku tersentuh apapun. Tersentuh orang lain, tersentuh baju, dan yang lebih bodohnya lagi tersentuh air saja aku tak mau. Hahaha!
Dan mungkin kau tak mengingat akan kejadian itu. Tapi tak apalah, aku tak menyuruh dan memaksamu mengingatnya. Mengingat kejadian antara kita, bagiku itu adalah kegiatan yang mengasikkan.
Aku akui sejak bersamamu, aku merasa aku mempunyai sebuah dunia. Dimana aku menamai dunia itu adalah Dunia Andromeda. Tahu dong Andromeda itu apa? Kamu memberiku segalanya. Hingga sebuah dunia, dimana aku bisa berkhayal, bermimpi, dan berimajinasi tentang kita. Sejak saat itu aku merubah nama dimensiku menjadi Andromeda.
Andromeda?
Kira-kira asing tidak di telingamu? Kukira sekarang tidak, sama seperti aku. Awal aku merasa asing dengan nama itu, tapi sejak hadirnya dirimu di kehidupanku nama Andromeda tak asing lagi di telingaku dan aku merasa sudah sangat dekat dengan nama itu. Bahkan di telinga teman-temanku, nama itu menjadi sangat dikenal oleh mereka. Setiap menyebut Andromeda pasti mereka beranggapan, itu tuh adalah aku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar